Bandung 31 Mei 2015

Hari ini aku berkunjung lagi mencari buku-buku yang sudah menjadi incaran ku dari dulu, aku berkunjung ke pasar buku yang ada di kota Bandung yang katanya tempat buku-buku murah berada. Ketika aku berada di pasar buku yang katanya murah, aku berkeliling-keliling menanyakan buku incaran ku yaitu buku karya bapak-bapak pendiri bangsa seperti buku Madilog karya Tan Malaka dan Panca Azimat Revolusi dan Dibawah Bendera Revolusi karya Ir. Soekarno, dan beberapa novel karya penulis ternama.

Entahlah saat ini aku terlalu ingin tahu pemikiran-pemikiran dari sang Proklamator bangsa ini, namun sayang buku yang aku cari tak ku dapat, namun sebenarnya ada buku yang masuk kedalam buku incaran ku yaitu buku Indonesia Menggugat. Indonesia Menggugat adalah pembelaan (pleidoi) yang dibacakan oleh Ir. Soekarno dipersidangan di Landraad Bandung, dan pleidoi ini ditulis oleh Ir. Soekarno sendiri didalam penjara. Namun walau saya memang ingin buku tersebut, saya merasa harga buku Indonesia Menggugat yang ditawarkan penjual tak logis, setelah ditawari Indonesia Menggugat, saya pun ditawari buku Ir. Soekarno yang lainnya yang juga menjadi incaran saya yaitu Dibawah Bendera Revolusi (DBS). Sepertinya buku DBS yang ditawarkan tadi adalah buku yang benar-benar lama, bukan cetakan baru seperti ditoko buku Besar yang pernah aku lihat.

Setelah aku menentukan akan membawa pulang Madilog karya Tan Malaka, aku pun menanyakan novel incaran ku seperti The Lost Symbol dan Inferno karya Dan Brown, saat ku mendengar harganya aku kira novel tersebut asli, ternyata hanyalah sebuah buku bajakan, namun di jual dengan harga yang asli, kalau saja murah mungkin sudah ku ajak pulang juga dua buku tersebut. Walau sebenarnya bertentangan dengan hukum perihal membeli buku bajakan, namun jangan salahkan saya sebagai konsumen, namun salahkanlah pemerintah yang tak berani bertindak tegas membasmi pembajakan dalam segala karya. Kalau saya sebagai konsumen ketika ada buku mahal yang saya inginkan namun uang pas-pasan dan ada buku bajakan yang murah sekali pasti saya akan bawa pulang buku bajakannya. (hahaha orang hukum tapi melanggar hukum, anggap saja saya amnesia dengan Hak Atas Kekayaan Intelektual)

Berakhirlah petualangan ku di pasar buku yang katanya murah tersebut, aku bertujuan ke salahsatu toko buku besar yang berada di Bandung, namun karena langit mulai menurunkan airnya aku urungkan niat ku ke toko buku besar dan berbelok ke toko buku yang semi-besar. (kastanya dibawah toko buku besar hahaha)

Sama seperti sebelumnya aku mulai mencari buku-buku Soekarno, dan mengintip buku-buku tentang hukum khusunya Hukum Tata Negara (HTN), dan akhirnya buku yang ku cari tak juga di temukan di toko buku ini, aku pun melihat buku berjudul Bung Karno Sang Singa Podium, aku baca sekilas dari belakang covernya karena belum ada satupun buku yang dibuka, aku rasa bukunya cukup menarik, walaupun sebenarnya ragu untuk membawanya pulang, bukan karena apa-apa, hanya saja buku sejarah itu rentan untuk diplintir-plintirkan isinya, maka dari itu kita harus slektif jika memilih buku tentang sejarah, apalagi disaat seperti ini, bisa saja “yang sedang duduk disana” dikatakan mirip dengan Bung Karno untuk meningkatkan elektabilitasnya dimata masyarakat. Maka untuk buku sejarah aku selalu slektif dalam memilah bukunya.

Akhirnya aku ajak pulang buku berjudul Bung Karno Sang Singa Podium, yang aku rasa taka da unsur kepentingan politik didalam bukunya (namun entahlah jika sudah dibaca) dan satu lagi buku yang kuajak pulang berjudul #NasihatDiri aku rasa sih isinya bagus. (sebenarnya sih aku semacam ga sadar saat ngambil dan beli buku ini, namun aku rasa sepertinya isinya bagus)

Selesai aku mencari kecengan lama ku, walau tak semua ada, akupun memutuskan untuk pulang, dan ditengah perjalanan, aku melihat seseorang seperti kawan ku sewaktu duduk dibangku Sekolah Dasar (SD). Akupun menghampirinya dan ternyata benar dia adalah kawan ku sewaktu duduk dibangku Sekolah Dasar, kini dia bertansformasi menjadi seorang aktivis, dan aku hanya mampu menjadi seorang kritisi, maklum aku tak pernah tergabung dalam sebuah “wadah pemikiran” bukan karena sok idealis namun aku tak ingin tersesat politik praktis.

Akhirnya akupun bercakap-cakap dipinggir jalan dengan kawan lama ku tadi, kita membicarakan masalah yang terjadi dibangsa ini, ketika “dia yang duduk disana” dianggap seperti sales suatu barang ketika berkumpul dengan yang katanya para orang hebat diperhelatan internasional, lalu perihal isi buku terjemahan yang alih bahasakan ke bahasa Indonesia terkadang tak memiliki makna sesuai dengan bahasa aslinya, tentang pola pikir masyarakat yang belajar bernegara dari asumsi berita buka teori sebenarnya, dan yang terseru ketika kita berbicara masalah 3 krisis yang sedang melanda indonesia saat ini, terutama perihal krisis ideologi bangsa yang semakin pudar. Dan akupun mendapat informasi tempat untuk mencari buku-buku yang sebelumnya tak aku ketahui. Sebenarnya tadi masih banyak yang ingin kami diskusikan namun waktu tak memungkinkan, semoga saja Tuhan mengijinkan aku dan kawan ku diskusi dilain waktu.

Dari kawan ku tadi aku baru terfikir bahwa Soekarno memperjuangakan dan memikirkan Indonesia mulai dari kota ku tercinta ini yaitu Bandung, dan aku berfikir jika bukan kita sebagai penerus bangsa maka siapa lagi yang akan perduli terhadap Ibu Pertiwi? jika ada orang yang selalu berkata “untuk apa memikirkan negara hanya membuat pusing, toh negara saja tak pernah memikirkan kita.” aku selalu ingin menjawab dengan kata-kata yang pernah diucapkan oleh J.F. Kennedy “jangan tanyakan apa yang telah negara berikan pada mu, tapi tanyakan apa yang telah kau berikan kepada negara mu.” dan dari hal terpenting adalah, slektiflah dalam memilah-milah sejarah, karena isi sejarah mengikuti kehendak rezim yang sedang berkuasa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s