Permulaan

Di suatu kafe dengan suasananya yang sudah mulai ramai. Terlihat hirukpikuk orang-orang yang sedang menikmati aktifitasnya, meminum kopi, berselancar di dunia maya, serta berbincang-bincang dengan rekan-rekannya. Namun, tengah hiruk pikuk orang-orang yang bahagia itu, terduduk seorang lelaki dengan begitu resah. Lelaki itu bernama, Nugi.

Pagi itu, Nugi terlihat sedang menatapi layar laptop yang berusaha memuat situs pengumuman penentu masa depannya. Sedari pagi buta, Nugi berusaha mengakses situs itu, namun, dia tak pernah berhasil. Ia sempat mengira kegagalan itu akibat koneksi modemnya yang lambat. Ia berharap dengan mengandalkan hotspot di kafe ini, dapat mempermudah laptopnya untuk menampilkan situs yang ia tuju. Namun ternyata, hasilnya tetap saja sama, usaha dari koneksi hotspot tersebut sejalan dengan usaha modem miliknya yang selalu gagal.

Sudah hampir dua jam, Nugi duduk dengan begitu risau. Namun, koneksi hotspot kafe tersebut masih tak mampu menampilkan situs yang dituju olehnya. Demi menghilangkan rasa penat, Nugi mendengarkan musik sembari membuka media sosialnya. Ketika dia asik men-scroll timeline twitternya, Nugi pun mendapatkan kepastian bahwa situs yang dia tuju mengalami down.

“Situs pengumuman SNMPTN down. Dikarenakan terlalu banyak yang berusaha mengaksesnya dalam waktu bersamaan.” Bunyi tweet dari sebuah akun berita ternama di Indonesia.

Shit!!! Pantes aja susah banget dibukanya.” Gerutu Nugi sambil menggebrak meja dengan jemarinya.

Malam pun tiba, tersiar kabar tentang situs pengumuman SNMPTN sudah dapat diakses kembali. Nugi yang masih diliputi rasa penasaran dengan hasil yang akan diterimanya, kembali berusaha mengunjungi situs itu. Namun, ternyataan hasilnya tetap saja sama, situs itu masih belum bisa diakses. Tetapi hal itu tak sedikitpun menyurutkan semangat dan rasa penasaran Nugi untuk tetap mengakses situs tersebut. Ia pun terus berusaha dengan sabar menunggu hingga laptopnya berhasil menampilkan situs yang ia tuju.

Akhirnya, saat yang Nugi tunggu-tunggupun tiba, situs yang ditujunya sudah dapat menampilkan halaman muka situs pengumuman SNMPTN itu. Dengan bergegas Nugi memasukkan User Name dan Password-nya, cukup lama situs itu memuat profil Nugi, sehingga Nugi merasa gemas sekali dibuat situs itu. Sembari menunggu dengan rasa gemas yang amat sangat, Nugi pun mengetuk-ngetukkan jemarinya ke meja, ia berharap rasa gemasnya tersalurkan dengan melakukan itu. Tanpa aba-aba kakinya pun ikut bergoyang-goyang, menandakan bahwa dia sedang tidak sabar akan sesuatu hal, yaitu pengumuman SNMPTN-nya.

“ANDA DINYATAKAN TIDAK LULUS.” dengan tulisan capslock situs itu memaki Nugi.

“Gak mungkin,” ujar Nugi dalam hati. seketika Nugi merasa badannya diremas hingga remuk, tenggorokannya tercekat, pikirannya menolak, dan hatinya terus berusaha mencari pembenaran. Berharap ini hanya mimpi. Nugi menampar mukanya sendiri. Dia pun merasakan kesakitan. “Ini sangat nyata!!!” bisiknya dalam tundukan kekalahan.

Dia merasa sangat frustasi, telapak tangannya menopang kepalanya, jemarinya mencengkram dengan kuat helai-helai rambut yang tertanam dikepalanya. “Ini nyata!!!” gumamnya dalam hati.

Nugi yang masih merasa tidak percaya dengan hasil yang didapatnya, berharap ia hanya salah membaca. Ia pun memberanikan diri untuk menatap kembali layar laptopnya. Namun, dia sadar dia tak keliru membaca tulisan yang begitu besar dan ditulis dengan huruf capslock, hanya saja dia menghiraukan kalimat dibaris kedua, yang baru dia sadari setelah menatap lekat-lekat makian kegagalan dari situs tersebut.

“Dan, selamat anda diterima di Universitas pilihan ke-2!”

Saat melihat kalimat dibaris ke dua itu, Nugi tak merasa bahagia sedikit pun. Nugi malah merasa semakin hancur. Universitas pilihan keduanya berada diluar kota, dan begitu jauh dari kota asalnya, yang berarti akan memisahkan dia dengan kekasihnya, juga sahabat-sahabatnya. Selain itu, Nugi juga tak mengetahui bagaimana rupa Universitas pilihan keduanya itu, karena saat itu ia asal memilih untuk memenuhi dua pilihan yang diberikan kepadanya.

Namun apa mau dikata? Tak mungkin dia mundur dan memilih berkuliah di kotanya dengan salah satu universitas swasta, dan melepas universitas berlabel negeri. Dan yang lebih penting dari itu, pasti kedua orangtua Nugi akan merasa bangga ketika anaknya mengenyam pendidikan di salah satu kampus negeri. Di balik kehancuran mimpi, serta harapan yang sudah terlanjur membumbung tinggi dibenaknya, Nugi tak menyadari bahwa ada cerita baru yang akan dimulai untuk menghiasi lembaran hidupnya.

Dan rencana Tuhan pasti selalu lebih baik, dan juga indah. Dibanding angan sang makhluk yang selalu berfantasi dengan sangat indah dan sempurna.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s