Romantis Anti-mainstream

Judul      : Dilan dia adalah Dilan ku tahun 1990.

Penulis   : Pidi Baiq

Penerbit : Mizan

Terbit     : 2014

Tebal      : 332 hlm

ISBN      : 978–602–7870–41–3

Novel ini dibuka oleh kata mutiara :

“Cinta itu indah, jika bagimu tidak, mungkin kamu salah milih pasangan”

Pidi Baik atau yang sering dipanggil Surayah

(Imam Besar The Panas Dalam).

Kisah ini menceritakan tentang seorang gadis remaja yang baru pindah dari jakarta ke kota Bandung, karena mengikuti orang tuanya yang dipindah tugaskan ke kota tersebut, gadis itu bernama Milea Adnan Hussain. Novel ini menceritakan tentang kisah cinta dari awal bertemu hingga Milea menjalin kasih dengan seorang laki-laki bernama Dilan.

Awal mula bertegursapa Dilan dengan Milea berbeda dengan kebanyakan orang yang langsung to the point mengajak kenalan, namun cara Dilan awal mula adalah berpura-pura bisa meramal, dan itu membuat Milea awalnya merasa aneh dengan sikap yang ditunjukkan Dilan. Hingga akhirnya kejutan-kejutan yang tak terduga ditunjukkan Dilan kepada Milea.

Hal-hal yang amat sangat sederhana yang dilakukan Dilan kepada Milea membuat Milea tersenyum dan tanpa disadari Milea mampu mengalihkan perhatian dan hatinya dari kekasihnya bernama Beni kepada Dilan.

dalam cerita ini dikatakan bahwa Dilan adalah seorang anak genk motor, namun dia memiliki otak yang begitu cerdas, namun kadang-kadang juga mampu bersikap begitu sangat konyol sehingga membuat saya sebagai pembaca tak habis pikir dengan sikapnya.

Kutipan-kutipan yang hebat dan konyol di buku ini begitu bertaburan, seperti :

“Cinta sejati adalah kenyamanan, kepercayaan, dan dukungan.

Kalau kamu tidak setuju, aku tidak peduli.”

“Milea, Kamu Cantik, Tapi aku belum mencintaimu.

Engga tahu kalau sore. Tunggu aja.”

Puisi Dilan untuk Milea :

“Milea 1”

Boleh aku punya pendapat?

Ini tentang dia yang ada di bumi

Ketika Tuhan menciptakan dirinya

Ku kira Dia ada maksud mau pamer

Dilan, Bandung 1990

“Milea 2”

Katakana sekarang

Kalau kue kau anggap apa dirimu?

Roti cokelat? Roti keju?

Martabak? Kroket? Bakwan?

Ayolah !

Aku ingin memesannya

Untuk mala mini

Aku mau kamu

Dilan, Bandung 1990

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s