Tidak Ada New York Hari Ini

Tidak ada New York hari ini,
Tidak ada New York kemarin,
Aku sendiri dan tidak berada disini,
Semua orang adalah orang lain,

Bahasa ibu adalah kamar tidurku,

Kupeluk tubuh sendiri,

Dan cinta -kau tak ingin aku mematikan mata lampu.

Jendela terbuka dan masa lampau memasukiku sebagai angin,

Meriang. Meriang. Aku meriang,

Kau yang panas dikening.

Kau yang dingin dikenang.

Hari ini tidak pernah ada.
Kemarin tidak nyata.
Aku sendiri dan tidak menulis puisi ini.
Semua kata tubuh mati semata.

Puisi adalah museum yang lengang.

Masa remaja dan negeri jauh. Jatuh dan patah. Foto-foto hitam putih.

Aroma kemeja ayah dan senyum perempuan yang tidak membiarkanku merindukan senyum lain.

Tidak ada pengunjung. Tidak ada pengunjung.

Dibalik jendela, langit sedang mendung.

Tidak ada puisi hari ini.

Tidak ada puisi kemarin.

Aku menghapus seluruh kata,

Sebelum sempat ku menuliskannya.

(Karya : M. Aan Mansyur)