Wabah Adalah Cara Terbaik Mengatasi Overpopulasi

Judul : Inferno

Penulis : Dan Brown

Penerjemah : Ingrid Dwijani Nimpoeno dan Berliani Mantili Nugrahani

Penerbit : Bentang

Tahun Terbit : 2013

Tebal : 644 Halaman

ISBN : 978-602-7888-55-5

Tempat tergelap di neraka dicadangkan bagi mereka yang tetap bersikap netral disaat krisis moral. Dalam masa berbahaya (krisis) tidak ada dosa yang lebih besar daripada tetap diam.

Robert Langdon terbangun di rumah sakit dengan bekas jahitan dikepalanya, dan Langdon mengalami amnesia yang menyebabkan ingatannya selama duahari kebelakang tak mampu di ingatnya, sehingga dia tak sadar berada dikota mana, dan apa yang menyebabkan dia berada dirumah sakit dengan luka jahitan dikepala.

Saat dia masih terbaring dan dirawat oleh dokter dirumah sakit tersebut, tiba-tiba saja datang seseorang keruangan dimana Langdon dirawat sambil mengacungkan pistol dan mencoba membunuh sang professor simbolog itu.

Sebelum dia berhasil dibunuh, Langdon berhasil diselamatkan oleh seorang dokter wanita bernama Sienna Brook. Dalam pelariannya Sienna sempat menanyakan sebuah barang yang terselip dijaket tweed Langdon. Dan setelah mereka periksa ternyata barang tersebut adalah stempel kuno bergambar map of hell Botticelli yang memberikan sebuah petunjuk, dimana seluruh rangkaian kejadian ini berhubungan dengan salah satu mahakarya terhebat yang pernah diciptakan. Rangkaian puisi karya Dante Alighieri yang berjudul Inferno (neraka). Langdon merasa yakin bahwa barang itu yang menjadi alasan mengapa orang ingin membunuh dia,

Hingga akhirnya Langdon menemukan Topeng kematian yang disembunyikan oleh temannya setelah dicuri oleh dia dan temannya, ketika Langdon mendapatkan topeng yang disembunyikan itu, Langdon melihat sebuah tulisan dibalik topeng tersebut yang berbunyi :

Wahai kalian yang berotak gemilang, cermati ajaran yang tersembunyi disini.. dibalik selubung bait-bait yang begitu kabur. Carilah doge Venesia pengkhianat yang memenggal kepala kuda-kuda.. dan mencungkil tulang-tulang orang buta. Berlututlah didalam mouseion kebijakan suci bersepuh emas, dan letakkan telinga mu ditanah, dengarkan suara air menetes. Ikuti jauh kedalam istana tenggelam, karena disini, dalam kegelapan, monster chthonic menanti, tenggelam dalam air semerah darah.. di laguna yang tak memantulkan bintang-bintang.

Dan dari tulisan itu menjadi petunjuk bagi Langdon untuk memecah dan menyelamatkan dunia dari ancaman wabah untuk membatasi populasi manusia dimuka bumi.

Dan Brown selalu sukses ber-cocoklogi dalam setiap karyanya, namun dalam inferno ini kurang begitu membuat saya greget, tak seperti 3 novel petualangan terdahulunya, namun masalah yang diangkat di setiap novel Langdon memang selalu logis jika dinalarkan, dan masalah dalam novel ini adalah membludaknya populasi penduduk, dan dicerita ini Langdon berusaha menggagalkan seseorang yang berambisi untuk membatasi penduduk di bumi agar tidak terwujud overpopulasi yang akan menjadikan manusia musnah. Dan cara mengurangi populasi yang dilakukan oleh Bertrand Zobrist (pemeran antagonis di novel ini) sangat diluar dugaan saya, dan saya rasa itu fantastis.

Novel ini berlatar ditiga kota, Florence, Venesia, dan Istanbull. Dari ketiga kota tersebut Dan Brown mengajak kita berwisata ke tempat-tempat bersejarah dikota tersebut.

Seperti biasa juga Dan Brown selalu membuat novelnya dengan bab perbab yang sangat pendek, dan menggantung. Sehingga membuat penasaran ingin melanjutkan baca ke bab selanjutnya. Dalam novel Dan Brown kali ini sang penjahat sudah tertebak, namun kawan dan lawan langdonlah yang sulit ditebak, dan itu fantastis.

“Ketika semua tempat di dunia penuh sesak oleh  penghuni sehingga mereka tak bisa bertahan hidup di tempat mereka berada dan juga tidak bisa pindah ke tempat lain lagi, maka dunia akan membersihkan dirinya sendiri, dan wabah adalah cara alami dari dunia untuk membersihkan dirinya sendiri.” Niccolo Machavelli.

#pict by google : https://static01.nyt.com/images/2013/05/13/arts/book/book-blog427.jpg